Selamat Datang Di Blog Sederhana ini

Sabtu, 04 Februari 2012

PENGERTIAN MASTER KOPLING


MASTER KOPLING
Master kopling terdiri dari dua type “:
v      Type portless
Cara kerja

Saat pedal kopling didepan, minyak rem di dalam silinder mengalir kearah reservoir dan release silinder , saat piston bergerak  lebih jauh gaya yang mempertahankan connecting rod (batang pendorong piston) oleh spring retainer (pegas pengemabali) akan hilang, akibatnya batang pendorong bergerak ke depan oleh conical spring, sehingga inlet valveakan menutup saluran yang mengakibatkan tekanan fluida naik dan diteruskan ke release silinder melalui slang fleksibel dan pipa kopling.
Saat pedal kopling dibebaskan
Akibat dorong Compression spring pada release silinder mengakibatkan tekanan fluida akan turun. Pada keadaan ini spring ertiner menarik connecting rod kearah luar dan outlet valve membuka salura, karena adanya gaya balik conical spring dengan demikian minyak rem(fluida)dari release silinder kembali ke master silinder dan reservoir.
v      Type girling
Cara kerja
Saat pedal kopling ditekan
Pada saat piston mulai bergerak menekan minyak didalam silinder, maka tekanan minyak ini akan mengalir ke reservoir melalui ujung-ujung piston, silinder cup dan spacer. Akibatnya tekanan minyak akan mengalir ke reservoir dan ke release silinder melalui slang fleksibel dan pipa koplig. Tekanan ini masih kecil sehingga belum dapat menggerakan piston pada release silinder.
Piston bergerak lebih maju maka lubang pada ujung piston tertutup oleh tekanan minyak yang menekan spacer. Tekanan minyak semakin tinggi yang dialirkan ke release sehingga piston pada release silinder mampu mendorong push rod.

Saat pedal dilepas
Pada saat pedal kopling dilepas maka pegas kompresi akan mendorong piston yang menyebabkan terjadi ke vakuman pada ruang di dalam silinder, akibatnya minyak dari reservoir mengalir ke dalam silinder seperti pada gambar di bawah.
Pada saat piston telah kembali ke posisi semula karena tekanan dari pegas kompresi maka minyak dari pegas kompresi maka minyak dari release silinder mengalir kembali ke silinder master dan selanjutnya mengalir ke reservoir sampai tekanan minyak normal kembali.
Releasre silinder (silinder pembebas)
Silinder pembebas berfungsi untuk mendorong release fork (garpu pembebas), dengan tenaga hidrolis dari master silinder.
Release silinder dapat dibedakan atas tiga type “:
a.       Adjustable type (type yang dapat disetel)
Pada tipe ini, untuk menyesuaikan kebebasan ujung release fork, dapat dilakukan dengan menyetel pada mur penyetelnya



b.      Free adjusment type
Pada tipe ini terdapa spring didalam release silinder yang selalu menekan piston sehingga release bearing akan tetap bersinggungan dengan ujung pegas diafragma/tuas pengikat (kopling pegas coil).
Ketika permukaan pelat kopling mengalami keausan maka tuas pengangkat /diafragma akan bergerak ke kanan dan piston pada release silinder bergerak ke kiri sebesar gerakan release bearing yang dipindahkan malalui release fork dan push rod, hal ini menyebabkan jarak a akan menjadi pendek. Sehingga push rod secara otomatis menyetel a tanpa adanya penyetel secara manual. Jarak a dibuat lebih besar dari batas keausan plat kopling yang diijinkan.



Non adjustabel type
Cara kerja tipe ini hampir sama dengan jenis free adjustment, hanya pada tipe ini a dapat di setel secara otomatis yaitu release bearing tidak selalu berhubungan dengan diaphragm spring atau presssure lever.



Ayo Gabung Ke Google+